Pengertian Fertilisasi dan Kehamilan, Yuk Simak Penjelasannya!

Pengertian Fertilisasi dan Kehamilan, Yuk Simak Penjelasannya!

Kesehatan – Selama masa kehamilan, penting untuk memahami konsep fertilisasi karena menentukan seberapa besar peluang melahirkan. Jika Anda penasaran, pelajari seputar fertilisasi dan kehamilan hingga akhir di bawah ini.

Proses kehamilan setiap wanita berbeda-beda, ada yang lebih cepat dari yang lain setelah berhubungan intim. Bahkan, ada pula orang yang sedang hamil dan tidak menunjukkan gejala apa pun hingga terlambat haid.

Jadi bagaimana kehamilan bisa terjadi? Apa yang dimaksud dengan fertilisasi selama masa kehamilan? Penting untuk mengetahui agar terdapat gambaran ide untuk mendapatkan kehamilan, terutama bagi mereka yang berencana memiliki anak setelah menikah.

Pengertian Fertilisasi dan Kehamilan

pengertian fertilisasi dan kehamilan

Kehamilan adalah suatu keadaan dimana seorang wanita mengandung janin yang terbentuk dari pembuahan di dalam rahimnya. Kehamilan terkesan rumit karena proses awal kehamilan hingga melahirkan tidak mudah dan penuh dengan tantangan.

Fertilisasi merupakan suatu proses kehamilan yang kompleks pada seorang wanita. Jika fertilisasi berhasil maka wanita tersebut akan hamil. Namun jika gagal, wanita tersebut akan mengalami menstruasi sehingga tidak terjadi pembuahan.

Fertilisasi dan kehamilan merupakan proses yang terjadi pada wanita dan proses ini di sebut juga konsepsi, yaitu bagian dari proses reproduksi yang bertujuan untuk menghasilkan keturunan. Oleh karena itu fertilisasi sangatlah penting.

Fertilisasi adalah proses pembuahan ketika sperma bertemu dengan sel telur dan bergabung menjadi satu sel. Sel-sel ini kemudian berkembang menjadi embrio dan menjadi cikal bakal terbentuknya janin di dalam rahim.

Proses Fertilisasi

terjadinya proses pembuahan kehamilan

Fertilisasi atau pembuahan hanya terjadi pada masa subur, beberapa hari setelah ovulasi. Prosesnya di mulai dari ovulasi hingga implantasi. Selama proses ini, sel telur akan berpindah ke dalam rahim setelah di buahi.

Faktanya, jika sperma mencapai tuba falopi, belum tentu akan membuahi sel telur.

Berikut tahapan pembuahan yang terjadi pada manusia khususnya:

1. Proses Masuknya Sperma

Ketika sperma masuk melalui vagina, tidak serta merta membuahi sel telur yang berasal dari organ reproduksi wanita. Sel telur akan melalui banyak adaptasi yang di sebut kapasitasi, sebelum sperma bertemu dengan sel telur.

Selama proses ini, sperma akan mengalami peningkatan ion kalsium sehingga aktif bergerak. Begitu berada di dekat sel telur, antigen pada sperma menghilang sehingga memungkinkan sperma menempel pada sel telur untuk di proses lebih lanjut.

2. Sperma dan Sel Telur Bertemu

Bila sel telur mempunyai daerah transparan yang tebal, maka sperma tidak dapat menempel dan menghambat pembuahan. Zona pellucida adalah lapisan yang menutupi sel telur dan mengandung tiga jenis glikoprotein.

Untuk mencapai tuba fallopi dari leher rahim, sperma memerlukan waktu sekitar 15 menit dengan kecepatan berenang 2,5 cm. Waktu tercepat sperma bertemu sel telur adalah 45 menit untuk proses pembuahan.

3. Sel Telur dan Sperma Bersatu

Proses pembuahan sel telur dan sperma memerlukan PH30 yang disebut dengan fretilin, zat ini berfungsi menyatukan sel telur dan sperma pada saluran tuba.

Pada tahap ini, sperma akan melepaskan ekornya, dan sisanya akan membelah sel telur.

Pembuahan kemudian terjadi ketika sel telur dan sperma bertemu di tuba falopi. Proses ini mengaktifkan fungsi nenek moyang laki-laki pada sperma dan nenek moyang perempuan pada sel telur. Waktu yang di perlukan untuk melakukan pembuahan adalah 24 jam.

4. Proses Aktivasi

Proses fertilisasi yang terakhir adalah pengaktifan atau pengamatan reaksi sel telur dengan sperma pada saat pembuahan. Biasanya, reaksi pertama sel telur adalah mencegah pembuahan oleh banyak sperma atau di kenal dengan istilah polispermia.

Setelah pembuahan, sel telur yang telah di buahi, yang di sebut zigot, berkembang menjadi embrio. Embrio kemudian akan menempel pada dinding rahim dalam waktu 5 hingga 10 hari setelah pembuahan.

Inilah tahapan proses pembuahan menuju kehamilan, dimana kehamilan dapat terjadi karena pembuahan sel telur oleh sperma yang terjadi di dalam rahim.

Apa yang Terjadi Jika Fertilisasi Tidak Berhasil?

proses fertilisasi tidak berhasil2352362365

Ketika proses fertilisasi tidak berhasil, maka sel telur tidak aktif. Hal ini dapat di ketahui dari adanya peluruhan dinding rahim atau di kenal dengan menstruasi. Pada vagina akan keluar darah dan lendir dari peluruhan tersebut.

Pada kondisi menstruasi normal, biasanya hanya berlangsung 7 hari yang tidak di sertai rasa nyeri hebat. Jika Anda memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur, terutama jika mempengaruhi aktivitas kerja Anda, sebaiknya konsultasikan ke dokter.

Sedangkan sperma sendiri bisa hidup di saluran reproduksi wanita selama 72 jam. Bahkan, pada beberapa kasus, sperma bisa hidup hingga 5 hari. Sedangkan sel telur biasanya memiliki umur yang jauh lebih pendek, hanya hidup selama 12 hingga 23 jam setelah ovulasi.

Apabila sperma tidak dapat mencapai sel telur dan tuba falopi, maka tertutup kemungkinan terjadinya pembuahan. Artinya, tidak akan terjadi pembuahan sehingga tidak terjadi kehamilan karena sperma tidak berhasil membuahi sel telur.

Tempat Proses Fertilisasi

tempat terjadinya fertilisasi dalam tubuh wanita

Mungkin banyak orang yang masih salah mengira bahwa pembuahan terjadi di dalam rahim. Padahal, rahim merupakan tempat tumbuh dan berkembangnya janin. Pembuahan terjadi di saluran tuba falopi.

Fertilisasi dan kehamilan dapat terjadi karena sel telur bertemu dan bersatu dengan sel sperma. Dalam prosesnya, fertilisasi membutuhkan waktu yang cukup lama, tidak saat itu juga terjadi kehamilan. Ada proses yang harus dilewati.

Awal prosesnya, sperma harus berjalan menuju rahim ke saluran tuba. Sesampainya di tuba falopi ini, sperma yang beruntung akan bertemu sel telur dan terjadi pembuahan. Sel telur yang di buahi tertanam di dinding rahim dan menjadi janin.

Namun, terkadang sel telur yang sudah di buahi tumbuh di luar rahim. Kondisi ini disebut sebagai kehamilan ektopik. Kehamilan ini terjadi di tuba fallopi, tetapi bisa juga terjadi di ovarium, leher rahim dan bahkan perut yang cukup berisiko.

Terjadinya Waktu Fertilisasi

waktu terjadinya pembuahan dan kehamilan

Fertilisasi atau pembuahan terjadi setelah ovulasi. Pada saat ovulasi, sel telur di lepaskan dari ovarium selama siklus menstruasi. Sedangkan siklus menstruasi berlangsung dari hari pertama hingga menstruasi berikutnya.

Biasanya, ovulasi terjadi sekitar 10 hingga 16 hari sebelum menstruasi berikutnya. Namun banyak orang yang memiliki siklus menstruasi tidak teratur sehingga masa ovulasi setiap orang berbeda-beda sehingga perlu di ketahui masa subur secara pasti.

Untuk gambaran siklus haid 28 hari, yaitu pada hari pertama menstruasi atau haid, terjadi ovulasi pada hari ke-14. Jika sperma berhasil membuahi sel telur, maka akan terjadi pembuahan pada wanita yang akan menjadi calon ibu.

Kemudian, 6 hari setelah pembuahan, sel telur akan tertanam di dinding rahim. Setelah hari ke 21, jika pembuahan dan implantasi terjadi selama siklus menstruasi, maka akan terjadi kehamilan.

Namun masih membutuhkan waktu 5-7 hari untuk mendapatkan hasil tes positif.

Berikut informasi mengenai fertilisasi dan kehamilan yang perlu Anda ketahui untuk membantu memudahkan kehamilan Anda. Sebab kehamilan bisa terjadi karena adanya pembuahan di dalam rahim wanita.

Jika ingin takdir baik, jangan berhenti berbuat baik

Anda Mungkin Juga Suka