Bukan Sembarangan, Begini Cara Benar Baca Kode Busi Mobil

Bukan Sembarangan, Begini Cara Benar Baca Kode Busi Mobil

Heetpedia – Busi adalah komponen utama mesin mobil yang berfungsi untuk pengapian. Busi juga memastikan mesin bekerja dengan baik dari percikan api. Busi mobil harus di ganti secara berkala sesuai dengan petunjuk buku servis. Hal ini penting guna menjaga kinerja busi tetap terjaga dengan baik.

Namun, sebelum mengganti busi yang baru ada kode khusus yang harus di perhatikan. Gak boleh salah ya, kode ini wajib banget di cek saat ganti busi mobil kesayangan. Setiap pabrikan mobil memiliki rekomendasi busi yang digunakan untuk mesinnya. Tentu setiap mesin memiliki spesifikasi busi masing-masing.

Nah, untuk memastikan mesin dapat berjalan dengan baik, penting untuk memastikan jenis busi yang benar melalui kode yang tertera.

Selain kode, secara garis besar busi mobil di bagi menjadi 2 jenis yakni:

1. Busi Panas

Jenis pertama adalah busi panas atau juga sering di sebut busi standar. Busi mobil jenis ini umumnya di pakai untuk mesin mobil yang masih standar buatan pabrik.

Busi standar ini biasanya di gunakan untuk mesin mobil yang memiliki karakter hemat BBM, umumnya di gunakan untuk mobil harian.

Selain itu, busi mobil ini di gunakan pada mesin berkapasitas kecil hingga sedang, memiliki kompresi rendah, oktan BBM rendah, serta suhu temperatur mesin rendah.

2. Busi Dingin

Busi mobil jenis berikutnya adalah busi dingin atau juga sering disebut busi racing. Sesuai namanya, busi ini memiliki suhu yang cukup rendah.

Busi racing ini biasanya dipakai oleh mesin mobil yang di gunakan khusus untuk kompetisi balap resmi. Busi ini cocok digunakan pada mesin berperforma tinggi, kapasitas mesin besar, kompresi mesin tinggi, oktan BBM tinggi, hingga suhu mesin tinggi.

Secara khusus busi mobil di bedakan menjadi beberapa tipe yaitu :

1. Busi Mobil Standar

Tipe busi ini merupakan busi bawaan pabrikan resmi mobil baru. Bahan ujung elektroda busi dari bahan nikel dan diameter center electrode rata-rata 2,5 mm. Jarak pemakaian busi standar bisa mencapai 20.000 KM dan busi ini sangat cocok untuk pemakaian mobil harian standar.

2. Busi Mobil Platinum

Busi dengan bahan platinum bisa di sebut juga busi semi racing, karena ujung electrode busi ini di desain sedikit lancip di bandingkan busi standar. Diameter center electrode 0,6 mm – 0,8 mm. Banyak di gunakan oleh penyuka Touring karena kemampuan performa mesinnya.

3. Busi Mobil Iridium

Busi ini termasuk jenis busi dingin (racing) ramai di aplikasi tuner untuk mesin non standar, ciri khas nya ujung elektroda terbuat dari nikel dan center elektrodanya terbuat dari iridium alloy warna platinum buram. Diameter elektroda 0,6 mm – 0,8 mm. Dan umur busi berkisar 50.000 KM hingga 70.000 KM.

4. Busi Mobil Racing

Busi yang didesain dan dipersiapkan dengan bahan yang tahan terhadap kompresi mesin tinggi dan temperature mesin tinggi. Dirancang untuk mampu mengimbangi pemakaian full throttle akselerasi. Busi racing tidak sama dengan busi iridium, diameter center elektroda nya kecil meruncing seperti jarum. Umur pakai busi ini relative pendek hingga 20.000 KM karena mesin sering digunakan di Rpm tinggi dan suhu temperature mesin tinggi.

5. Busi Mobil Resistor

Busi ini sering di salah persepsi banyak orang karena simbol huruf “R” latin dengan font miring banyak yang mengira artinya symbol racing. Dan arti huruf “R” itu adalah  Resistor. Busi ini sering di pakai oleh mobil berteknologi tinggi yang banyak system sensor dan elektrik, karena untuk melindungi system perangkat elektronik digital terhadap pengaruh gelombang radio dan sejenisnya.

Setiap busi tentunya memiliki kode khusus yang menjadi informasi. Nah cara membacanya sebagai berikut.

Sebagai contoh, kode busi mobil yang tertera pada busi NGK bertuliskan CPR 7HSP-9.

C merupakan kode yang menunjukkan diameter ulir busi. Untuk kode C berarti 10 mm. Ada dua kode lain yakni B: 14mm dan D: 12mm.

P adalah tipe rancangan busi. Arti dari kode ini hanya di ketahui oleh pabrikan.

R artinya di dalam busi tersebut terdapat resistor. Busi ini kerap di gunakan di mesin berteknologi digital.

7 menunjukkan tingkat panas pada busi tersebut, jika angkanya lebih kecil seperti 6,5,atau 4 artinya busi panas. Jika angka yang di tunjukkan lebih besar berarti busi dingin.

H merupakan kode panjang ulir busi berukuran 12,7 mm. Pada merek ini ada 2 kode huruf lain yakni E untuk 19 mm dan L ukuran 11,2 mm.

S berarti tipe elektrode tengah. Selain itu ada kode IX yang berarti bahan iridium, G untuk racing, dan P busi Platinum, serta S adalah busi standar.

9 menunjukkan celah inti elektroda busi. Angka 9 berarti busi itu memiliki celah 0,9 mm dan kalau 10 celah busi 1 mm.

Contoh Busi Mobil Denso dengan kode U24FSU9

U: Diameter ulir busi 10 mm.

24: Heating rate atau tingkat pelepasan panas busi, semakin kecil angkanya termasuk busi panas.

Busi panas 20, 19, dan seterusnya sedang busi dingin 24,26, dan seterusnya

F: Panjang ulir busi sekitar 12,7 mm.

S: Tipe rancangan busi.

U: Bentuk elektroda ground.

9: Gap atau celah antar elektroda , ini artinya celah busi 0,9 mm.

Jika diperhatikan, kode busi ini memang sulit untuk di hafalkan, namun setidaknya tahu kode yang menunjukkan diameter, panjang ulir, dan jenis busi. Setelah mengetahui kode busi ini, jadi tidak akan salah beli lagi deh.

Nah bila sudah paham tentang kode pada busi mobil, Anda juga perlu tau nih apa saja sih penyebab kerusakan yang bisa timbul pada busi mobil.

Masalah Pada Kendaraan Penyebab Kerusakan Busi Mobil

1. Kerak berlebihan di ujung busi 

  • Part pengapian ada yang rusak , di antara CDI, Koil dan Cap busi.
  • Terlalu lama mengendarai pada pada RPM rendah.
  • Kode busi terlalu dingin.
  • Bahan bakar dan udara campurannya terlalu gemuk.

2. Panas Berlebihan 

  • Kode busi terlalu panas
  • Setingan udara dan bahan bakar terlalu miskin
  • Penumpukan kerak karbon di ruang bakar mulai banyak
  • Terlalu sering full gas atau RPM tinggi

Jika ingin takdir baik, jangan berhenti berbuat baik

Anda Mungkin Juga Suka